Menghabiskan Waktu Iftar di Tempat Makan untuk Buka Puasa yang Tenang di Magelang
wisata destinasi, pariwisata, Travel Jan 08, 2026
Magelang selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa pun yang datang merasa tenang. Ada sesuatu yang magis saat kabut tipis mulai turun di antara perbukitan Menoreh atau ketika cahaya matahari perlahan meredup di balik siluet Candi Borobudur. Suasana ini terasa semakin spesial saat memasuki bulan Ramadan. Bagi saya, momen berbuka puasa bukan sekadar membatalkan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menemukan tempat makan untuk buka puasa yang mampu memberi ruang bernapas sejenak dari rutinitas yang bising. Jika kamu sedang berada di Magelang atau berencana melipir ke sini, ada banyak tempat makan untuk buka puasa di Magelang yang menawarkan ketenangan, suasana alam, dan pengalaman berbuka yang lebih bermakna.
Mencari tempat makan buka puasa Magelang sebenarnya tidak sulit, namun menemukan lokasi yang benar-benar menghadirkan ketenangan batin adalah cerita lain. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan dan hamparan sawah hijau, sehingga banyak restoran mengusung konsep buka puasa alam Magelang yang memanfaatkan keindahan sekitar. Alih-alih terjebak di keramaian pusat kota, saya lebih sering memilih tempat makan di area perbukitan atau sudut pedesaan yang lebih dekat dengan alam. Menikmati hidangan hangat sambil mendengarkan suara angin dan alam sekitar terasa seperti kemewahan sederhana yang sulit ditemukan di kota besar.
Baca juga : Mencicipi Kehangatan Kuliner Magelang: Pilihan Nyaman untuk Agenda Liburan Keluarga
Menikmati Senja dari Ketinggian di Kedai Bukit Rhema

Salah satu tempat yang menurut saya punya pemandangan yang cukup memukau adalah Kedai Bukit Rhema. Mungkin kamu sudah familiar dengan Gereja Ayam yang ikonik itu. Nah, kedai ini terletak tepat di bagian belakang bangunan tersebut. Yang membuat saya betah di sini adalah lokasinya yang berada di atas bukit, memberikan sudut pandang yang luas ke arah hutan dan perbukitan di sekitarnya. Saat waktu berbuka hampir tiba, langit biasanya berubah warna menjadi gradasi jingga dan ungu yang sangat cantik.
Di sini, udaranya sangat sejuk, bahkan cenderung dingin saat matahari mulai terbenam. Duduk di sini sambil menunggu azan Magrib memberikan kesempatan bagi kita untuk sekadar duduk diam dan mengagumi ciptaan Tuhan. Tidak ada suara klakson kendaraan, yang ada hanya suara angin yang berhembus di antara pepohonan. Bagi saya, ini adalah bentuk meditasi ringan sebelum kita kembali menikmati hidangan utama.
Nuansa Pedesaan di Caping Resto dan Menoreh Resto
Jika kamu lebih menyukai suasana yang dekat dengan hamparan sawah atau kaki gunung, Caping Resto bisa menjadi pilihan yang menarik. Restoran ini mengusung konsep bangunan tradisional dengan sentuhan modern yang tetap terasa menyatu dengan alam sekitarnya. Duduk di area terbukanya membuat saya merasa seperti sedang pulang ke rumah nenek di desa. Suasananya santai, hangat, dan sangat cocok untuk kamu yang membawa keluarga besar.
Selain Caping, ada juga Menoreh Resto yang menawarkan pemandangan langsung ke arah pegunungan Menoreh. Yang saya sukai dari tempat-tempat seperti ini adalah ruangnya yang luas, sehingga kita tidak merasa sesak meskipun banyak pengunjung lain yang juga sedang berbuka. Ada privasi yang tetap terjaga, dan kita bisa mengobrol dengan tenang bersama teman atau keluarga tanpa harus berteriak karena kebisingan sekitar.
Menu yang Menghangatkan Perut dan Hati

Berbicara tentang menu buka puasa, Magelang punya banyak ragam kuliner yang pas di lidah. Di Kedai Bukit Rhema, salah satu menu yang menurut saya sangat cocok untuk lidah orang Nusantara adalah Ayam Bakar Nusantara. Bumbunya meresap hingga ke dalam daging, dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Ayamnya empuk, dan biasanya disajikan dengan sambal yang punya level pedas yang pas—tidak berlebihan tapi cukup untuk membangkitkan selera makan.
Selain ayam bakar, pilihan masakan tradisional lainnya seperti Bakmi Jawa atau nasi goreng dengan aroma tungku yang khas juga sering saya temukan di restoran-restoran bernuansa alam di Magelang. Karena udara Magelang yang dingin, minuman hangat adalah pendamping yang wajib ada. Saya biasanya memesan wedang rempah atau wedang jahe untuk menghangatkan badan. Perpaduan makanan yang kaya rasa dengan udara gunung yang segar adalah kombinasi yang sulit untuk ditolak.
Tips Agar Pengalaman Berbuka Kamu Lebih Berkesan

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal kecil yang bisa membuat momen buka puasa kamu di Magelang jadi jauh lebih nyaman. Pertama, urusan reservasi adalah hal yang krusial. Karena tempat-tempat yang saya sebutkan tadi cukup diminati, terutama di akhir pekan, ada baiknya kamu menghubungi mereka beberapa hari sebelumnya. Mengetahui bahwa meja kamu sudah tersedia membuat perjalanan menuju ke sana jadi lebih santai tanpa rasa khawatir tidak mendapat tempat.
Kedua, soal waktu kedatangan. Saya sangat menyarankan kamu untuk sampai di lokasi setidaknya 30 hingga 45 menit sebelum azan Magrib. Mengapa? Karena “pemandangan utama” dari tempat-tempat ini adalah momen matahari terbenam atau yang biasa disebut golden hour. Datang lebih awal memberi kamu waktu untuk berjalan-jalan sejenak, mengambil foto, atau sekadar duduk menyesuaikan diri dengan ketenangan suasananya.
Ketiga, jangan terburu-buru. Setelah azan berkumandang, nikmati dulu camilan ringan atau takjil yang disediakan. Di Magelang, seringkali kita disuguhi singkong goreng atau mendoan hangat sebagai pembuka. Nikmati setiap gigitannya sambil melihat lampu-lampu kota atau desa di kejauhan mulai menyala. Jangan langsung menyantap hidangan berat; berikan waktu bagi perut dan pikiranmu untuk benar-benar menikmati momen transisi dari siang ke malam tersebut.
Menutup Hari dengan Rasa Syukur di Magelang
Magelang memang bukan tentang kemewahan yang gemerlap, melainkan tentang kesederhanaan yang menenangkan. Berbuka puasa di tengah alam Magelang mengajarkan saya untuk lebih menghargai waktu dan keberadaan orang-orang di sekitar saya. Hidangan seperti Ayam Bakar Nusantara memang lezat, tapi suasana kedamaian yang melingkupinya itulah yang membuat rasanya jadi berkali-kali lipat lebih berkesan. Jadi, jika nanti kamu punya kesempatan untuk menepi sejenak, cobalah luangkan waktu untuk mencari sudut tenang di Magelang. Semoga kamu juga bisa menemukan kedamaian yang sama seperti yang saya rasakan.