• Home
  • Tentang Manaya Indonesia
  • Ecosystem
  • Blog
  • Contact

© 2026 Manaya . All Rights Reserved.

Menikmati Kehangatan Libur Imlek 2026: Cara Merayakan Tradisi dengan Lebih Personal dan Deeply Meaningful

Fashion, Culture, pariwisata, Travel, wisata destinasi Jan 07, 2026
menikmati kehangatan imlek tradisi personal bermakna

Halo! Tidak terasa ya, suasana khas libur Imlek 2026 sudah mulai terasa di mana-mana. Ornamen serba merah, lampion yang mulai digantung, hingga aroma kue keranjang yang tercium dari dapur-dapur tetangga perlahan membangun kehangatan Imlek yang selalu dirindukan. Memasuki momen libur panjang ini, banyak keluarga mulai menata ulang rencana berkumpul dan berlibur dengan suasana yang lebih tenang dan bermakna.

Bicara soal Imlek, biasanya yang terlintas di pikiran adalah keriuhan pesta besar, makan malam mewah di restoran, atau keramaian pusat perbelanjaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, saya justru merasa bahwa esensi libur Imlek 2026 bukan terletak pada seberapa megah acaranya, melainkan pada tradisi Imlek keluarga yang mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan orang-orang tersayang, lewat momen kebersamaan yang lebih sederhana namun penuh makna.

Merayakan Imlek dengan cara yang lebih personal dan hangat justru membuat perayaan Imlek bermakna dan membekas lebih lama di hati. Saya pribadi lebih menyukai suasana yang intim, di mana kita bisa benar-benar mengobrol, tertawa, dan menikmati momen tanpa terburu-buru. Jika kamu sedang mencari cara merayakan Imlek yang terasa lebih spesial dan tidak sekadar rutinitas tahunan, pendekatan sederhana di rumah bersama keluarga sering kali menjadi pilihan terbaik untuk menghadirkan kehangatan yang sesungguhnya.

Baca juga : Nyari Tempat Meeting Dekat Borobudur? Kedai Bukit Rhema Ternyata Cocok Buat Duduk Agak Lama

Menghias Rumah dengan Sentuhan Tangan Sendiri

Biasanya, kita cenderung membeli dekorasi Imlek yang sudah jadi di toko. Praktis memang, apalagi menjelang libur Imlek 2026 ketika waktu terasa semakin terbatas. Namun, jujur saja, sering kali ada rasa yang kurang. Tahun lalu, saya mencoba mengajak keponakan dan adik-adik untuk membuat dekorasi sendiri sebagai bagian dari tips Imlek di rumah yang lebih hangat dan personal. Kami melipat kertas merah menjadi lampion sederhana, menulis ucapan doa dalam kaligrafi Mandarin—meskipun hasilnya jauh dari kata rapi—lalu memajangnya di sudut ruang tamu.

Dekorasi Imlek sederhana seperti ini justru terasa lebih bermakna karena mencerminkan makna perayaan Imlek yang sesungguhnya: kebersamaan, perhatian, dan waktu yang diluangkan bersama. Di tengah perubahan gaya hidup, cara sederhana ini terasa semakin relevan dengan tradisi Imlek modern yang kini tidak lagi berfokus pada kemewahan semata, melainkan pada kehangatan hubungan antaranggota keluarga selama libur Imlek 2026.

Proses membuat dekorasi bersama ini ternyata jauh lebih menyenangkan daripada hasilnya itu sendiri. Ada tawa saat guntingan kertas tidak simetris, atau perdebatan kecil soal di mana sebaiknya lampion diletakkan. Dalam tradisi Imlek keluarga, momen sederhana seperti ini justru menjadi cara merayakan Imlek yang paling hangat dan membekas. Dengan menghias rumah bersama, aura “rumah” itu jadi lebih terasa dan membuat perayaan Imlek bermakna secara emosional, bukan sekadar visual. Aktivitas ini juga bisa menjadi bagian dari persiapan Imlek keluarga yang bermakna, karena menghadirkan ruang untuk berinteraksi tanpa distraksi. Kamu tidak perlu membuat sesuatu yang rumit—cukup ornamen sederhana yang dibuat dengan penuh cinta, kebersamaan, dan kesadaran akan makna perayaan Imlek itu sendiri.

Dapur yang Ramai: Memasak Hidangan yang Punya Cerita

Libur Imlek 2026
menikmati kehangatan imlek tradisi personal bermakna – kedai bukit rhema

Bagi saya, makanan adalah bahasa kasih yang paling universal saat Imlek. Alih-alih memesan katering, cobalah untuk mengalokasikan waktu memasak bersama keluarga inti. Kamu bisa memilih satu atau dua hidangan yang memang menjadi favorit turun-temurun, misalnya Siu Mie (mie panjang umur) atau ayam jahe yang resepnya didapat dari nenek.

Saat memasak bersama, biasanya akan muncul cerita-cerita lama yang kembali diceritakan. Ibu saya seringkali bercerita tentang bagaimana dulu beliau membantu nenek membuat kue keranjang sambil kami sibuk memotong sayuran. Momen di dapur inilah yang membuat perayaan Imlek terasa lebih hangat. Oh iya, jangan lupa libatkan anggota keluarga yang jarang masuk dapur juga, supaya suasananya semakin seru!

Hampers Custom yang Lebih Intim

Tradisi berbagi hampers atau bingkisan adalah cara kita menunjukkan perhatian kepada kerabat dan teman saat perayaan Imlek. Namun, hampers yang diproduksi massal terkadang terasa kurang menyentuh secara emosional. Agar suasana Imlek lebih personal, ide saya adalah membuat hampers custom yang benar-benar disesuaikan dengan kesukaan orang yang akan menerimanya.

Misalnya, jika temanmu gemar minum teh, kamu bisa merangkai kotak berisi beberapa jenis teh artisan pilihan lengkap dengan satu cangkir cantik. Tambahkan catatan kecil tulisan tangan yang mendoakan kesehatan dan kebahagiaan mereka di tahun yang baru. Percaya atau tidak, kartu ucapan yang ditulis tangan sering kali disimpan lebih lama oleh penerimanya dibandingkan bingkisan mahal sekalipun. Sentuhan sederhana ini membuat perayaan Imlek terasa lebih personal dan menunjukkan bahwa kamu benar-benar meluangkan waktu untuk memikirkan mereka.

Angpao dengan Pesan Pribadi

Memberi angpao adalah tradisi yang paling ditunggu-tunggu, terutama oleh anak-anak. Tapi, pernahkah kamu berpikir untuk memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar uang di dalamnya? Akhir-akhir ini, saya suka menyelipkan secarik kertas kecil berisi pesan penyemangat atau doa spesifik untuk anak atau kerabat yang menerima angpao tersebut.

Untuk adik yang sedang berjuang di bangku kuliah, saya tuliskan pesan “Semangat untuk skripsinya ya!”. Untuk keponakan kecil, pesan singkat seperti “Terima kasih sudah jadi anak yang hebat tahun ini” bisa membuat mereka merasa sangat dihargai. Hal kecil ini membuat tradisi angpao tidak hanya sekadar transaksi uang, tapi juga penyampai pesan kasih sayang.

Aktivitas Seru Bersama Keluarga Inti

menikmati kehangatan imlek tradisi personal bermakna
menikmati kehangatan imlek tradisi personal bermakna – membatik kedai bukit rhema

Setelah makan malam selesai, biasanya orang-orang akan sibuk dengan ponsel masing-masing. Untuk menghindari hal ini, saya biasanya menyiapkan satu aktivitas sederhana yang bisa dilakukan bersama. Bisa berupa bermain board game, menonton film keluarga, atau sekadar sesi bercerita tentang apa yang paling disyukuri di tahun yang lalu dan apa harapan di tahun yang baru.

Suasana tenang seperti ini justru yang paling saya rindukan. Tanpa gangguan gawai, kita bisa benar-benar mendengarkan satu sama lain. Kamu juga bisa mengajak orang tua untuk berbagi foto-foto lama mereka. Biasanya, sesi melihat album foto lama akan memancing banyak tawa dan kenangan yang mengharukan.

Menjalankan Tradisi Sederhana dengan Penuh Kesadaran

Imlek juga kaya akan tradisi kecil yang penuh makna, seperti upacara minum teh sederhana atau menyalakan lilin. Alih-alih melakukannya karena “memang harus”, cobalah melakukannya dengan lebih sadar dan mengerti maknanya. Misalnya, saat melakukan tradisi Lo Hei (mengaduk Yee Sang), lakukanlah dengan penuh semangat dan harapan yang tulus bersama keluarga. Kehangatan itu muncul saat semua orang yang hadir benar-benar “ada” di sana, baik secara fisik maupun pikiran.

Hal yang Perlu Diperhatikan: Persiapan Sebelum Hari H

Agar hari H bisa dinikmati dengan tenang tanpa rasa lelah yang berlebihan, persiapan menjadi kunci utama. Salah satu tradisi yang paling krusial adalah bersih-bersih rumah sebelum Imlek tiba. Dalam tradisi Tionghoa, membersihkan rumah bermakna membuang sial dan memberikan ruang bagi keberuntungan baru untuk masuk.

Pastikan kamu sudah selesai bersih-bersih sebelum hari raya tiba. Mengapa? Karena ada kepercayaan bahwa menyapu atau membuang sampah di hari pertama Imlek berarti kita “menyapu keluar” keberuntungan yang baru saja datang. Jadi, usahakan rumah sudah rapi dan bersih maksimal satu hari sebelum malam Tahun Baru Imlek.

Hindari Hal-hal Ini Saat Perayaan

Selain persiapan, ada beberapa hal yang sebaiknya kita hindari demi menjaga suasana tetap positif dan harmonis. Pertama, usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal yang menyedihkan atau memicu pertengkaran. Imlek adalah waktu untuk optimisme, jadi fokuslah pada hal-hal yang baik.

Kedua, hindari penggunaan benda tajam seperti gunting atau pisau di hari pertama Imlek jika memungkinkan, karena secara simbolis dianggap bisa memutus keberuntungan. Dan yang tak kalah penting, cobalah untuk tidak berkata kasar atau marah-marah. Jika ada sesuatu yang kurang berkenan, tarik napas dalam-dalam dan ingatlah bahwa momen kebersamaan ini lebih berharga daripada kekesalan sesaat.

Merayakan Imlek secara personal memang tidak memerlukan kemewahan. Cukup dengan kehadiran yang tulus, makanan yang dibuat dengan cinta, dan suasana rumah yang hangat, perayaan tahun ini pasti akan terasa lebih berkesan. Selamat berkumpul dengan keluarga, semoga tahun baru ini membawa banyak kedamaian dan kebahagiaan untuk kita semua!

Share This Post
Facebook Twitter Linkedin
  • dekorasi rumah
  • hampers custom
  • imlek
  • perayaan hangat
  • tips imlek
  • tradisi keluarga
Newer Older

Leave A Comment